welcome



cursor

Tinkerbell Flying Cartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Monday, 9 September 2013

Hapusan Darah ( cara kerja )

HAPUSAN DARAH
Prinsip  Kerja     :
Setetes darah dipaparkan diatas gelas objek  lalu dicat  dan diperiksa dibawah mikroskop

Tujuan  :
1.       Menilai unsur sel pada darah tepi :
Eritrosit, Leukosit, Trombosit
2.       Mencari Adanya parasit :
Malaria, Mikrofilaria

Syarat Mutlak :
Untuk Mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik, sediaan hapus harus dibuat dan dipulas dengan baik.

Bahan pemeriksaan :
  1. Darah  kapiler
  2. Darah vena yang diberi antikoagulan ( Ethylendiamine Tetraacetic  Acid / EDTA)

Peralatan :
  1. Kaca Objek bebas lemak dan debu, kering dan bersih
  2. Rak pewarnaan
  3. Pipet pasteur
  4. Mikroskop


Reagensia :
  1. Metanol Absolut
  2. Zat warna,  Prinsip menurut  Romanowsky :
·         Giemsa
·         Wright
·         May Grunswold-Giemsa
·         Wright-Giemsa

Nilai Normal :
  1. Basophyl              : 0 – 1 %
  2. Eosinofil               : 1 -  3 %
  3. Stab                       : 2 -  6 %
  4. Segmen                               : 50-70%
  5. Lymfosit               :  20-40%
  6. Monosit               :  2  -  8%



Dasar Romanowsky  adalah menggunakan dua zat warna yang berbeda  :
  1. Azuur B (Trimethhylthonin ) yang bersipat basa
  2. Eosin Y ( Tetrabromoflorescan) Yang bersipat asam

Zat warna  basa mewarnai sel yang bersipat asam yaitu Kromatin dan DNA dalam inti sel dan zat warna asam mewarnai sel yang bersipat basa Sitoplasma.




CARA PEMBUATAN SEDIAAN HAPUSAN DARAH :
  • Kaca objek harus               - Kering bebas air
                                                                - Bebas lemak  dan debu             
  1. Sentuh setetes darah dengan jarak ± 2cm dari ujung  kaca objek dan letakan diatas meja dengan tetes darah sebelah kanan.
  2. Dengan tangan kanan letakkan kaca objek lain sisebelah kiri tetes darah. Gerakkan kekanan  sehingga mengenai tetes darah tadi
  3. Tetes darah akan menyebar  pada sisi kaca penggeser. Tunggusampai darah mencapai ± ½ cm dari kaca.
  4. Dorong kaca penggeser kekiri sambil  memegang miring dengan sudut  30-45°.
  5. Biarkan sediaan kering dan tulis nama penderita dan tanggal pembuatan sediaan.
  6. Sediaan  siap diberei pewarnaan.

Pewarnaan Wright :
  1. Teteskan larutan wright sampai menutupi dalam sediaan 2-3 menit.
  2. Teteskan Buffer pH 6.4 sama banyak . Biarkan 5-12 menit.
  3. Cuci dengan air suling untuk membersihkan dari cat asam yang berlebihan.
  4. Keringkan

Pewarnaan Giemsa ;
  1. Letakan sediaan yang akan dipulas diatas rak  dengan lapisan darah keatas
  2. Teteskan beberapa tetes metanol keatas sediaan apus sehingga bagian yang terlapis darah tertutup semuanya. Biarkan 5 menit.
  3. Tuang kelebihan metanol tadi.
  4. Teteskan Lart. Giemsa yang telah diencerkan (1ml Aquadest + 5 tts Giemsa induk) biarkan 20 menit.
5.       Bilas dengan air.
  1. Biarkan vertikal sampai kering

Ciri-Ciri Sediaan yang baik :
  1. Sediaan tidak melebar sampai pinggir kaca objek. Panjang 1/2 sd 2/3 panjang kaca.
  2. Harus ada bagian yang cukup tipis untuk diperiksa.
  3. Sediaan tidak boleh berlubang-lubang atau bergaris-garis
  4. Eritrosit tersebar rata pada bagian yang diperiksa. Tidak boleh ada gumpalan.
  5. Leukosit tidak boleh berkumpul pada pinggir atau ujung sediaan.

Pemeriksaan Sediaan Hapusan Darah
                                                                                       
1.       Kepala
2.       Buntut
3.       Daerah Limposit
1
2
4.       Daerah  Monosit
5.       Eritrosit  Berkelompok
6.       Eritrosit  Terpisah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
%
Baso
Eosi
Stab
Segm
Limp
Mono
Jml
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
100

No comments:

Post a Comment