HAPUSAN DARAH
Prinsip Kerja :
Setetes
darah dipaparkan diatas gelas objek lalu
dicat dan diperiksa dibawah mikroskop
Tujuan :
1.
Menilai unsur sel pada darah tepi :
Eritrosit,
Leukosit, Trombosit
2.
Mencari Adanya parasit :
Malaria,
Mikrofilaria
Syarat Mutlak :
Untuk
Mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik, sediaan hapus harus dibuat dan dipulas
dengan baik.
Bahan pemeriksaan :
- Darah kapiler
- Darah vena yang diberi antikoagulan ( Ethylendiamine Tetraacetic Acid / EDTA)
Peralatan :
- Kaca Objek bebas lemak dan debu, kering dan bersih
- Rak pewarnaan
- Pipet pasteur
- Mikroskop
Reagensia :
- Metanol Absolut
- Zat warna, Prinsip menurut Romanowsky :
·
Giemsa
·
Wright
·
May
Grunswold-Giemsa
·
Wright-Giemsa
Nilai
Normal :
- Basophyl : 0 – 1 %
- Eosinofil : 1 - 3 %
- Stab : 2 - 6 %
- Segmen : 50-70%
- Lymfosit : 20-40%
- Monosit : 2 - 8%
Dasar Romanowsky
adalah menggunakan dua zat warna yang berbeda :
- Azuur B (Trimethhylthonin ) yang bersipat basa
- Eosin Y ( Tetrabromoflorescan) Yang bersipat asam
Zat warna
basa mewarnai sel
yang bersipat asam yaitu Kromatin dan DNA dalam inti sel dan
zat warna asam mewarnai sel yang bersipat basa Sitoplasma.
CARA
PEMBUATAN SEDIAAN HAPUSAN DARAH :
- Kaca objek harus - Kering bebas air
-
Bebas lemak dan debu
- Sentuh setetes darah dengan jarak ± 2cm dari ujung kaca objek dan letakan diatas meja dengan tetes darah sebelah kanan.
- Dengan tangan kanan letakkan kaca objek lain sisebelah kiri tetes darah. Gerakkan kekanan sehingga mengenai tetes darah tadi
- Tetes darah akan menyebar pada sisi kaca penggeser. Tunggusampai darah mencapai ± ½ cm dari kaca.
- Dorong kaca penggeser kekiri sambil memegang miring dengan sudut 30-45°.
- Biarkan sediaan kering dan tulis nama penderita dan tanggal pembuatan sediaan.
- Sediaan siap diberei pewarnaan.
Pewarnaan
Wright :
- Teteskan larutan wright sampai menutupi dalam sediaan 2-3 menit.
- Teteskan Buffer pH 6.4 sama banyak . Biarkan 5-12 menit.
- Cuci dengan air suling untuk membersihkan dari cat asam yang berlebihan.
- Keringkan
Pewarnaan
Giemsa ;
- Letakan sediaan yang akan dipulas diatas rak dengan lapisan darah keatas
- Teteskan beberapa tetes metanol keatas sediaan apus sehingga bagian yang terlapis darah tertutup semuanya. Biarkan 5 menit.
- Tuang kelebihan metanol tadi.
- Teteskan Lart. Giemsa yang telah diencerkan (1ml Aquadest + 5 tts Giemsa induk) biarkan 20 menit.
5.
Bilas
dengan air.
- Biarkan vertikal sampai kering
Ciri-Ciri
Sediaan yang baik :
- Sediaan tidak melebar sampai pinggir kaca objek. Panjang 1/2 sd 2/3 panjang kaca.
- Harus ada bagian yang cukup tipis untuk diperiksa.
- Sediaan tidak boleh berlubang-lubang atau bergaris-garis
- Eritrosit tersebar rata pada bagian yang diperiksa. Tidak boleh ada gumpalan.
- Leukosit tidak boleh berkumpul pada pinggir atau ujung sediaan.
Pemeriksaan
Sediaan Hapusan Darah

1. Kepala
2. Buntut
3. Daerah Limposit
1
2
4. Daerah Monosit
5. Eritrosit Berkelompok
6. Eritrosit
Terpisah





|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
%
|
|
|
Baso
|
|||||||||||
|
Eosi
|
|||||||||||
|
Stab
|
|||||||||||
|
Segm
|
|||||||||||
|
Limp
|
|||||||||||
|
Mono
|
|||||||||||
|
Jml
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
10
|
100
|
No comments:
Post a Comment