welcome



cursor

Tinkerbell Flying Cartoons Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Monday, 9 September 2013

Golongan Darah

Golongan Darah
Orang yang pertama kali menggolongkan darah menurut system ABO (baca : a, b, dan o) adalah Karl Landsteiner (Austria, 1868 – 1947).
Darah dapat di golongkan dalam 4 (empat) golongan besar yaitu golongan darah A, B, AB, dan O hal ini berdasarkan adanya kandungan Aglutinogen dan agglutinin di dalam darah.
Aglutinogen adalah protein di dalam sel darah merah yang dapat di gumpalkan oleh Aglutinogen.
Aglutinogen ada 2 (dua) macam yaitu :
Ø  Aglutinogen A
Ø  Aglutinogen B

Sedangkan Aglutinin adalah protein di dalam plasma darah yang dapat menggumpalkan Aglutinogen. Aglutinin merupakan zat antibody.
Ada 2 (dua) macam Aglutinin yaitu Aglutinin  dan Aglutinin β
Aglutinin  di sebut serum anti A atau penggumpalan Aglutinigen A sedangkan Aglutinin β di sebut serum anti B atau penggumpal Aglutinogen B.


Tabel Golongan Darah
Golongan Darah
Aglutinogen
Aglutinin (anti)
A
A
B
B
B
A
AB
A dan B
Tidak Ada
O
Tidak Ada
 A  dan  B (β)

Golongan Darah. Kalau di lihat dari golongan yang bertentangan di tranfusikan akan mengakibatkan bahan dalam plasma yang bernama agglutinin menggumpal  dan juga terjadi hemolisis (memecahnya) sel darah merah.
Penentuaan Golonagna Darah dan tes tentang kecocokannya di lakukan sebelum pemberian transfusi untuk meyakini keamanannya. System ABO menurut Landsteiner di dasarkan atas adanya agglutinin dalam darah.
4 (empat) golongan utama yang di temukan menurut penyelidikan pada rakyat Inggris :
Golongan AB ada pada 3.0%
Golongan A  ada pada 42.0%             
Golongan B  ada pada 8.5%
Golongan O ada pada 46.55%

Selain itu terdapat pula pembagian lebih lanjut dari Landsteiner dan factor Rh atau factor Rhesus dalam darah yang penting di ketahui pada bayi yang baru lahir kalau terjadi ketidakcocokan  antara darah bayi dengan darah ibunya.

Di pandang dari donor darah :
     Golongan AB dapat memberi darah pada AB
     Golongan A dapat memberi darah pada A dan AB
     Golongan B dapat memberi darah pada B dan AB
     Golongan O adalah donor umum untuk semua golongan

Resipien :
     Golongan AB adalah repisien umum
     Golongan A dapat menerima dari golongan A dan O
     Golongan B dapat menerima dari golongan B dan O
     Golongan O dari O

Sebaiknya transfusi di lakukan dengan golongan darah yang sama dan hanya dalam keadaan terpaksa dapat di berikan darah dari donor universal.

Dalam penulisan genotype golongan darah, di berikan dengan tanda I yang merupakan singkatan dari isoaglutinogen yang terdapat dalam serum darah. Oleh karena itu, penulisan genotipe golongan darah menjadi sebagai berikut :
Golongan darah A  homozigot    = IAIA
Golongan darah A  heterozigot  = IAIO
Golongan darah B  homozigot    = IBIB
Golongan darah B  heterozigot  = IBIO
Golongan darah AB                         = IAIB
Golongan darah O                           = IOIO


Golongan Darah O di katakan sebagai donor universal karena dapat di transfusikan ke semua golongan darah. Sebaliknya, dengan Golongan Darah AB di katakan sebagai resipien universal karena dapat menerima semua golongan darah. Namun harus di sadari, bahwa transfusi darah yang baik adalah transfusi darah sejenis. Artinya golongan darah A untuk golongan darah A, golongan darah B unruk golongan darah B, dan seterusnya begitu. Hanya jika terpaksa, golongan darah  dapat di berikan ke semua golongan darah dan golongan darah AB dapat menerima dari semua golongan darah. 


No comments:

Post a Comment